Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

The Crown Prince’s Woman [ Part II ]

Gambar
  Spesial Chapter “The Crown Prince’s Woman” [Part 2]   By Ellena Nomihara   Di Garis Depan Perang Melawan Karajaan TiMorLeste Pasukan Kekaisaran Neosantara yang berjumlah dua ratus ribu sedikit demi sedikit mampu mendorong mundur musuh. Bahkan tak jarang pembantai sepihak terjadi. Pasukan yang di pimpin Putra Mahkota   Halilintar, Pangeran Taufan serta Lima Jendral Besar tidak henti dan terus memaksa musuh untuk menarik pasukan nya hingga kini setelah lima hari lebih dari setengah wilayah Kerajaan TiMorLeste berhasil di duduki. Slash —tebasan pedang Ting —Pedang saling bertabrakan Bruk —mayat berjatuhan kehilangan nyawa. Entah sudah berapa banyak musuh yang telah mati di tangannya, Halilintar terus mengayunkan pedang nya. Wajah dan armor nya telah bersimbah darah namun itu sama sekali tidak menghentikan keakuratannya membunuh musuh yang berani datang padanya. Slash —menebas!! Seonggok mayat baru saja jatuh tepat di belakang Halilintar yang lansu...

The Crown Prince's Woman [PART I]

Gambar
Spesial Chapter “The Crown Prince’s Woman” [Part 1] By Ellena Nomihara   Di sebuah tanah lapang yang dikelilingi pepohonan hutan, berdiri tenda-tenda dengan banyak prajurit berlalu-lalang. Bendera berlambangkan kekaisaran Neosantara berkibar diterpa angin. Ini adalah masa Raja Amato vir Mechamato. Neosantara sedang berperang dengan kerajaan TieMorLeste dalam rangka menundukkan kerajaan tersebut dan memperluas wilayah. Raja Amato adalah penguasa yang cukup ambisius. Dia menginginkan kerajaa n TieMorLeste menjadi miliknya setelah sebelumnya kerajaan yang tidak lebih kuat dari Neosanatara menolak membuat aliansi. Perang kali ini di pimpim oleh para pangeran Neosantara. Pangeran Mahkota Halilintar vir Mechamato dan Pangeran Taufan vir Mechamato yang baru berusia tujuh belas tahun (Taufan belum jadi Duke atau jendral). Saudara kembar ini diberi tugas oleh Ayah mereka untuk memenangkan perang ini sekaligus menambah pengalaman. Sementara Pangeran Gempa ditugaskan menjadi diplom...